Friday, December 6Lirik, News dan Review

Isyana Sarasvati – Lexicon

Progresif, Sentimental dan Emosional! Total 8 track dari Isyana (7 lagu plus 1 istrumental) siap menjungkirbalikkan posisi tidur dan duduk kita selagi mendengarkannya. Bagaimana tidak, kejutan selalu terjadi di setiap track lagunya, terutama Lexicon yang memberikan nuansa metal pada suguhan musik yang dimainkan. Gokil memang Mojang Bandung yang satu ini.

Musik megah nan mewah menjadikan karya Isyana pada album Lexicon benar-benar mahal harganya. Pilihan 8 lagu yang mengisi album menurut Mimin juga sangat pas. Kayanya kalau kelebihan malah gak dapat kesan kerennya ini album.



Video klip pun dirilis sebagai tanda selamat datang yakni track nomor 1 berjudul Sikap Duniawi yang memanjakan mata dengan segala teatrikal yang ada untuk meningkatkan rasa antusias kita mendengarkan seluruh lagu yang ada.

1 sampai 10, mimin mah kasih 8 buat Lexicon, mantap euy didinya!


Lirik Lexicon Isyana Sarasvati

Album ke 3 Isyana Sarasvati

Sikap Duniawi
dengarlah wahai kawan-kawanku
kini warna yang kelam hangus
aku tahu kamu ‘kan bertamu
selamat datang padaku yang baru

di kala dia berteman, aku sibuk membisu
di kala dia tertawa, aku berpikir masa depan

hidup hanya sekali saja
mungkin lagi tapi wujud berbeda
maka jangan hiraukan kesempatan
tutup telinga dari kata menyakitkan
ah-ah-ah-ah

bukalah matamu
indahnya langit biru
yang lalu biar berlalu
peganglah kedua mimpimu yang baru

dengarlah wahai kawan-kawanku
kini warna yang kelam hangus
aku tahu kamu ‘kan bertamu
s’lamat datang padaku yang baru
di kala dia menghasut, telan jadi ramuan
(?), s’makin aku jadi panutan

hidup hanya sekali saja
mungkin lagi tapi wujud berbeda
maka jangan hiraukan kesempatan
tutup telinga dari kata menyakitkan
ah-ah-ah-ah

bukalah matamu
indahnya langit biru
yang lalu biar berlalu
peganglah kedua mimpimu yang baru

bukalah matamu
indahnya langit biru
yang lalu biar berlalu
peganglah kedua mimpimu yang baru

renungkanlah
mengapa kamu begitu membenci
jangan rusak mimpi-mimpimu
kar’na sikap duniawimu

Untuk Hati Yang Terluka
Untuk hati yang terluka
Tenanglah, kau tak sendiri
Untuk jiwa yang teriris, tenang
Ku ‘kan temani
Hidup itu sandiwara
Yang nyata ternyata delusi
Terlarut posesi berujung
Kau gila sendiri

Jika kau tak dapatkan
Yang kau impikan bukan berarti
Kau telah usai
Jika kau tak dapatkan
Yang kau impikan bukan berarti
Kau t’lah usai

Biarkan kegelapanmu
Menemukan titik terang baru
Basuhkan muka kembali
Memelukmu yang baru

Hidup itu sandiwara
Yang nyata ternyata delusi
Terlarut posesi berujung
Kau gila sendiri
Hari-harimu berarti
Jangan fikirkan yang kemarin
Biarlah dia hangus terbakar
Sinar ambisi

Jika kau tak dapatkan
Yang kau impikan bukan berarti
Kau t’lah usai

Biarkan kegelapanmu
Menemukan titik terang baru
Basuhkan muka kembali
Memelukmu yang baru

Untuk hati yang terluka
Tenanglah, kau tak sendiri
Untuk jiwa yang teriris, tenang
Ku ‘kan temani

Pendekar Cahaya
(?) kita bersapa
Aku yakin kau jawabnya
T’rasa dekat walau kali pertama bertatap mata

Lika-liku t’lah kita lewati bersama
Hingga hari tiba
Sampai perjanjian sakral tiba
Kita ucap lantang pada dunia

Kala jawabnya yang ditanya-tanya
Datang dari mana pendekar cahaya
Kala jawabnya yang ditanya-tanya
Datang dari mana pendekar cahaya

Kala jawabnya yang ditanya-tanya
Datang dari mana pendekar cahaya
Kala jawabnya yang ditanya-tanya
Datang dari mana pendekar cahaya

Sampai perjanjian sakral tiba
Kita ucap lantang pada dunia
Sampai perjanjian sakral tiba
Kita ucap lantang pada dunia

Lexicon
Ah, ah, ah, ah
Ah, ah, ah, ah
Ah, ah, ah, ah
Ah, ah, ah, ah

Sandiwara menghadirkan
Mata-mata
Bersiaplah
Mengapa berduri
Ingatlah karya pujangga
Cacian kini merajalela
Bisakah kita mengubah
Takdir
Kelabu
Kubur jadi satu
Sambutlah kemarau tiba
Berguguran tapi dikenang
Selamanya

Sandiwara menghadirkan
Mata-mata
Bersiaplah

Yang berduri tak dirawat
Kau kira selamanya mereka akan percaya
Tapi maaf waktu telah tiba

Ragu Semesta
Dulu kau pernah ucap
Janji yang ku yakin takkan pudar
Namun ragu semesta
Tak terlamun oleh manusia

Terus terang ku tak kuasa
Melihatmu terperangkap dalam kisah tak bermakna
Haruskah ku memulai tuk melepaskan

Harapanku bersamamu
Biarlah menjauh
Mungkin kita ‘kan bertemu
Lain waktu di alam yang baru

Jiwapun pernah risau
Bagaikan dunia diterjang ombak
Tetapkanlah utama
Ingin kugenggam kembali saja

Terus terang ku tak kuasa
Melihatmu terperangkap dalam kisah tak bermakna
Haruskah ku (haruskah ku)
Memulai tuk melepaskan

Harapanku bersamamu
Biarlah menjauh
Mungkin kita ‘kan bertemu
Lain waktu di alam yang baru

Harapanku bersamamu
Biarlah menjauh
Mungkin kita ‘kan bertemu
Lain waktu di alam yang

Lain waktu di alam yang baru
(hoo-ooh hoo-ooh)
(hoo-ooh hoo-ooh)

Lagu Malam Hari
Setiap malam ku s’lalu bertanya
Di manakah dia berada
Perasaan ini mustahil ada
Aku memiliki dirinya

Sejauh kumelewati beribu lautan
Dirinya yang menetap di setiap lamunanku

Ratusan ribuan bintang kupandangi
Tak menerangi
Namun senyumanmu tak bisa bohongi hati nurani
Kuinginkan dia
Menerangi setiap malamku

Sejauh kumelewati beribu lautan
Dirinya yang menetap di setiap lamunanku

Ratusan ribuan bintang kupandangi
Tak menerangi
Namun senyumanmu tak bisa bohongi hati nurani
Kuinginkan dia
Menerangi setiap malamku

Oh-oh
Oh-oh-oh-oh-oh-oh
Oh-oh
Oh-oh-oh-oh-oh-oh

Ratusan ribuan bintang kupandangi
Tak menerangi
Namun senyumanmu tak bisa bohongi hati nurani
Kuinginkan dia
Menerangi setiap malamku

Biarkan Aku Tertidur
Berhari-hari kumenyendiri
Melahirkan sejuta pikiran yang terkubur

Banyak yang kuinginkan
Tapi terbatasi oleh janji
Tak memberi jalan untuk aku menumpu

Aku kira sendiri memberikan arti
Tapi terlalu lama malah sakit hati

Banyak yang kuinginkan
Tapi terbatasi oleh janji
Tak memberi jalan untuk aku menumpu

Lelah nafas ini
Ingin sejenak semua terhenti
Biarkan aku tertidur
Lepaskan laraku

Banyak yang kuinginkan
Tapi terbatasi oleh janji
Tak memberi jalan untuk aku menumpu

Lelah nafas ini
Ingin sejenak semua terhenti
Biarkan aku tertidur
Lepaskan laraku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: