Thursday, November 14Lirik, News dan Review

2 Generasi Kembali: MCR dan RATM Reformed!

Berita yang mengguncang dunia maya dan nyata, dimana 2 generasi yang kuat di hati para penikmat musik secara pasti sudah terkonfirmasi, My Chemical Romance dan Rage Against The Machine telah menyatakan akan bereuni!

My Chemical Romance 100 persen sudah menginformasikan hal tersebut. Mimin nggak mau buru-buru beritain, soalnya khawatir cuman berita harapan doank. Tapi setelah kroscek melalui situs resmi My Chemical Romance, sudah dipastikan jika mereka akan kembal bereuni dan melakukan pertunjukkan langsung pada tanggal 20 Desember nanti di Los Angels, Amerika Serikat.

Kalau kalian ada yang bilang Frank Iero berhutang maaf sama Jonas Brothers karena telah mencemooh mereka perihal berita reuni MCR. Jawabannya adalah, urusan mereka masing-masing lah. Kita gak ada hubungannya ngurusin Jonas Brother sama Frank, yang penting MCR kembali aktif kembali. Tentu saja harapan bagi para penikmat musik di luar Amerika yang sangat tinggi, dimana pengharapan atas lagu dan album baru menjadi hal yang sangat dinanti.

Bila mengharapkan untuk suatu rangkaian tur, agak sedikit sulit sih kayanya, mengingat Gerard Way juga sangat sibuk dengan proyek film dan komik yang Ia garap. Jadi wajar kali kalau para penikmat meminta lagu baru hasil garapan MCR, ner gak coi?

Kemudian berita soal kembali terbentuknya RATM tersiar dari kabar Prophets of Rage yang menyatakan disband dengan alasan “proyek sampingan RATM telah berakhir” dan pernyataan “sudah waktunya bagi Zack De La Rocha untuk mendapatkan posisinya kembali” .

Keras bukan sinyalnya? Eh, kenceng bukan sinyalnya? Ditambah pada akun Instagram RATM, mereka mengunggah informasi jadwal konser yang berlangsung 5 kali di 4 kota dan negara bagian berbeda mulai dari tanggal 26 Maret 2020!

Kembali, para penikmat musik juga mengharapkan lagu baru setelah mereka kembali terbentuk. Macem Padi Reborn lah, kembali dan menyuguhkan lagu baru (Alhamdulillaah cuman 1 juga). Itu pun sudah cukup mengobati rindu para penikmat musik.

Kedua musisi tersebut menurut mimin layak kita dengarkan karya-karyanya karena keduanya memiliki pesan yang berbeda. Di luar selera musik, tak perlu saling adu argumen siapa yang lebih baik, ambil yang positif dan yang negatif tak perlu diikuti. Dewasa dalam pemikiran dan dipilah dipilih , dibaca liriknya, jangan asal sebut keren dan ikut-ikutan kata orang.

Peace



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: