Thursday, November 14Lirik, News dan Review

Tour – Kerjaan Musisi Yang Resikonya Nyawa Lho

Menjadi musisi yang sukses bukan perkara mudah. Tak hanya harus menghasilkan karya yang disukai oleh penikmatnya (tak perlu semua orang) tapi juga melakukan penampilan aas karya tersebut langsung di hadapan para penonton yang ingin mendapatkan suguhan pengalaman visual nyata dengan ekspetasi lebih untuk mendapatkan apa yang tidak bisa dirasakan jikalau hanya mendengarkan melalui karya yang sudah direkam.

Karenanya melaukan suatu rangkaian tur baik keliling negara sendiri atau bahkan sampai keliling dunia haruslah mereka lakukan. Bagi yang merangkak naik, memilih-memilih tempat panggung bukanlah tindakan bijak. Selama aman, bermain di suatu venue kecil berkapasitas tidak sampai 100 orang pun harus mereka lakoni Berjarak ratusan atau bahkan ribuan kilometer dari satu tempat ke tempat lain pun harus mereka jalani.

Keselamatan dalam perjalanan inilah yang menjadi perhatian utama yang kerap mengakhiri perjalanan suatu tur atau bahkan bisa mengakhiri karir musisi itu sendiri. Bukan sekedar opini tapi sudah menjadi fakta dengan bukti yang nyata jika tidak hanya satu atau dua musisi yang pernah mengalami nasib naas tersebut.

Tak memandang senior atau pendatang baru, kecelakaan pada perjalanan tak pernah bisa disangka. Karenanya bukan bermaksud menjadi manja atau menjadi eksklusif, musisi yang telah melakukan satu pertunjukkan dan pastinya merasa lelah setelahnya, haruslah beristirahat dengan cukup layak tanpa perlu memikirkan capeknya berkendaraan. Kendati demikian kecelakaan pun masih bisa saja terjadi.

Nama besar seperti Metallica misalnya, pernah mengalami kecelakaan bus pada saat melakukan tur dengan Bus mereka pada tahun 1986, tahun bersejarah yang terang dan kelam bagi mereka. Terang karena album major label mereka yang pertama ‘Master of Puppets’ mendapati sukses besar dan kelam karena pada bulan September di tahun yang sama, mereka harus kehilangan pemain bass mereka Cliff Burton yang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Kita maju dengan cepat ke era tahun 2000-an, Travis Barker, drummer dari Blink 182 mengalami kecelakaan yang sangat tragis dimana pesawat yang ditumpanginya gagal terbang dan jatuh. Travis dan rekannya DJ AM (Adam Goldstein) adalah penumpang yang tersisa, selamat dari kejadian mengerikan yang hampir merengut nyawa mereka. Butuh 4 bulan bagi Travis untuk sembuh dari api yang telah membakar 65 persen dari tubuhnya.

wikipedia

Travis menaiki pesawat tersebut pada tanggal 19 September 2008 setelah melakukan pertunjukkan bersama TRV$DJAM di Five Points, Carolina. Dan hendak terbang pulang ke rumahnya di California. Satu tahun berselang pada tahun 2009 pada akhirnya menyisakan Travis sebagai satu-satunya yang selamat, karena DJ Am meninggal dikarenan over dosis obat-obatan.

Dari dalam negeri, 26 Maret 2018 menjadi hari memilukan bagi penggemar musik Grunge dalam negeri. Pemain bass Navicula, Made Indra, mengalami kecelakaan mobil yang fatal sepulang dari manggung di acara Kopernik yang berlangsung di Ubud. Made dan sang kekasih yang juga berada dalam 1 mobil yang dikendarainya menghebuskan nafas terakhir mereka atas tragedi yang telah terjadi.

Kumparan.com

3 kisah yang telah diceritakan ini hanyalah sedikit dari berbagai kejadian yang menimpa musisi karena kecelakaan yang terjadi ketika melakukan perjalanan kesana-kesini untuk pekerjaannya. Pentingnya kesadaran akan keselamatan dan permintaan transportasi yang layak bagi mereka haruslah dimaklumi.

Tempat beristirahat, makan dan minuman yang layak adalah diantaranya yang mau tidak mau penyelenggara harus sebisa mungkin sediakan mengingat pekerjaan mereka tak sebatas hanya berkarya dan melakukan pertunjukkan. Lelah, baik fisik dan batin mereka lalui untuk menyuguhkan lagu yang bisa dinikmati dan pertunjukkan langsung yang berkualitas.

Mari mulai dari sekarang, ketika para musisi favorit kita melakukan rangkaian tur, sampaikan doa untuk keselamatan mereka terlebih dahulu. Kalau sudah selamat, doa selanjutnya adalah semoga musisi favorit kita bisa ditonton langsung oleh kita sendiri kapan dan dimana.

Setuju?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: