Thursday, November 14Lirik, News dan Review

Padi Reborn – Indera Keenam

Padi Reborn bawain lagu-lagunya Padi! Eh, jadi gimana? Simpel, anggap aja ini Padi dari dimensi bumi yang lain. Sama-sama Padi dengan personil yang sama, rasa yang sama, cuman aransemen musiknya yang berbeda.

Lagu-lagu pilihan dari album pertama sampai yang terakhir Tak Hanya Diam, diaransemen kembali menjadi satu suguhan yang berbeda. Mimin paling terkejut dengan lagu Terlanjur yang sangat berbeda dengan aslinya. Tempo lagu yang diturunkan dan instrumen yang dimainkan kali ini, menjadikan lagu Terlanjur terasa sangat megah.

Jadi buat kalian yang haus distorsi atau solo gitarnya bang Piyu dan bang Ari ini bukanlah alum yang tepat untuk kalian. Tpai kalau kalian ingin merasakan kekayaan lainnya dari kedua abang kita, maka album ini sangat Mimin rekomendasikan.

Meskipun lagu-lagu lama, tapi jadi terasa sangat berbeda. Cocok dengan nama Padi Reborn mereka kali ini. Terlahir kembali menjadi Padi yang baru dengan semangat baru dan aransemen yang baru meksipun hanya ada 1 lagu baru.

Mimin setuju bila pada album Akustik ini hanya ada 1 lagu baru, karena sepertinya akan terasa aneh dan terlalu berani bila semua lagu adalah lagu baru dengan konsep akustik. Karena Padi dikenal dengan sound khas mereka baik dari gebukan drum-nya abang Yoyo sampai vokalnya abang Fadly yang lepas.

Lepas dalam artian permainannya. Suguhan akustik memerlukan banyak kedewasaan agar vokal menjadi yang paling terdepan dan terselimuti dengan baik oleh instrumen yang dimainkan. Bila instrumen terlalu lepas dan liar, kebanyakan yang terjadi adalah lagu yang tak mempunyai jiwa hasilnya.

Setelah album Indera Keenam tidak menutup kemungkinan akan ada lagu baru lagi bukan? Karenanya jangan lewatkan yang ini, karena ini terjadi baru sekarang, setelah bertahun-tahun-tahun-tahun mematangkan jiwa dan raga menyuguhkan musik akustik plus plus yang enjoy surenjoy kita dengerin di kendaraan, tempat perbelanjaan, tempat makan, malam penuh bintang dan juga hari yang sepanjang hari diguyur hujan.

Cobain dah, cheers


Lirik Lagu Padi Album Indera Keenam

Menerobos Gelap
Ku ikrarkan hati untuk maju melangkah pergi
Menerobos dinding-dinding gelap ini
Tak kupertanyakan lagi
Seperti waktu itu, pernah kuterjebak
Tanpa satu teman menemaniku

Ketika aku tenggelam
Dalam kesunyian ini
Kucoba mendamaikan hatiku
Sepatutnya, aku mampu melaluinya
Menjejakkan kakiku
Meretaskan jiwa

Tegaskan diriku untuk melewatkan hari
Dengan keyakinan hati yang kumiliki
Biar… Aku ikhlaskan peluhku
Basahi jiwaku, sirami hatiku
Aku akan tetap terus melangkah

Selagi aku tenggelam
Dalam kesunyian ini
Kucoba mendamaikan hatiku
Sepatutnya, aku mampu melaluinya
Menjejakkan kakiku
Meretaskan jiwa

Selagi aku tenggelam
Dalam kesunyian ini
Kucoba mendamaikan hatiku
Sepatutnya, aku mampu melaluinya
Melangkahkan kakiku
Menuju cahaya

Angkuh
Aku adalah seorang yang keras hati
Yang tak pernah merasakan
Kelembutan hati hingga disini
Di penantian terakhir
Ku berjumpa dengan engkau
Terpikat aku jadinya

Engkaulah sang mentari yang menyinari bumi
Dan akan menghangatkan gairah hatiku oh oh
Engkaulah embun pagi yang membasuhi tanah
Dan akan menyegarkan setiap lelah jiwaku

Lama sudah aku sendiri
Dituntun langkah-langkah kaki
Mencoba menentang kerasnya hantaman hidup
Aku akui aku tak mampu menahan semua
Meruntuhkan kerasnya angkuhnya dinding hatiku

Engkaulah sang pelangi yang mewarnai langit
Dan akan memayungi gelisah hatiku oh oh
Engkaulah angin malam yang menebarkan wangi
Dan akan mengharumi hari-hari bahagiaku

Engkaulah sang mentari yang menyinari bumi
Dan akan menghangatkan gairah hatiku oh oh
Engkaulah embun pagi yang membasuhi tanah
Dan akan menyegarkan setiap lelah jiwaku

Menanti Keajaiban
Tak semudah bagiku untuk bisa meredakan resahku
Meski kucoba menyangkal
Sungguh merisaukan benakku
Aku memimpikan malaikat
Berkenan menemani aku
Tuk sekedar melipurkan hati
Dengan setulus hati

Betapa aku telah lama tinggalkan binar di hatiku
Atau mungkin kan tertawa
Namun jiwaku terasa jauh

Tak lelah kupandang langit
Berjuta harap ku menanti
Penuh harap kumenanti
Keajaiban datang dan menghampiriku
Oh aku tak tahu apa yang kan kutemui

Aku masih menunggu dan menunggu
Berharap akan datang keajaiban

Seharusnya aku tak patut bersedih
Atas semua yang terjadi kepadaku
Aku merasa bahwasanya hidup ini
Tak lebih dari sebuah perjalanan

Hingga saat ku tiba
Semoga tak lelah aku berpeluh
Hingga saat ku tiba
Kuharap temukan apa yang ku cari

Ketakjuban
Ku tahu kau memiliki segalanya
Yang mampu menaklukan hatiku
Sebenarnya ku tak pernah mengenalmu
Apa mungkin kau sungguh hadir untuk

Membebaskan aku
Selamatkan aku

Ketakjuban hatiku mengikuti langkahmu
Meruntuhkan seluruh akalku
Dipenghujung jalanku ku rapatkan hatiku
Meleburkan segenap kekuatanku

Bicaralah dengan apa adanya
Bukan hanya tuk memikat hatiku
Sementara ku tak berdaya denganmu
Tak urung ku memperhambakan diriku

Membebaskan aku
Selamatkan aku

Ketakjuban hatiku mengikuti langkahmu
Meruntuhkan seluruh akalku
Dipenghujung jalanku ku rapatkan hatiku
Meleburkan segenap kekuatanku

Ketakjuban hatiku mengikuti langkahmu
Meruntuhkan seluruh akalku
Dipenghujung jalanku ku rapatkan hatiku
Meleburkan segenap kekuatanku

Di sini Tanpamu
Berjalan lagi lalui hari, warnai hitam putih hidup ini
Mencoba mencari impi jiwa
Yang tertidur dalam derasnya
Sisi dunia yang terus berputar membawa diriku

Kucoba lagi tuk berbalik menatap jejak yang sempat kuukir
Namun ternyata aku tertinggal
Dari langkah-langkah yang berlalu cepat
Meninggalkan diriku sendiri dalam sunyiku

Dan aku tak ingin di sini tanpamu
Menanti waktu yang berlalu
Membawa ke batas nanti yang kurasa
Takkan mungkin kutemui selamanya tanpa dirimu di sisiku

Begitu rupa cobaan kutemui
Mencoba menghempasku ke jalan penuh liku
Dan kuanggap itu semua
Bagian dari cerita hidupku yang takkan berakhir

Menanti Sebuah Jawaban
Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu
Seiring jejak kakiku bergetar
Aku tlah terpaku oleh cintamu
Menelusup hariku dengan harapan
Namun kau masih terdiam membisu

Sepenuhnya aku ingin memelukmu
Mendekap penuh harapan tuk mencintaimu
Setulusnya aku akan terus menunggu
Menanti sebuah jawaban tuk memilikimu

Betapa pilunya rindu menusuk jiwaku
Semoga kau tau isi hatiku
Dan seiring waktu yang terus berputar
Aku masih terhanyut dalam mimpiku

Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu

Kau Malaikatku
Entah mengapa ku masih mencari
Malaikat untukku
Nyanyikan aku senandungkan lagu
Syalala lala lala

Apakah engkau pernah
Melihat wujud malaikat
Pernahkah kau rasakan
Kehadirannya itu

Perlahan dia menyadarkanku
Usah menanti yang tak pasti
Meski ku tau sulit ku mengerti
Dia ada di sini

Entah mengapa ku masih mencari
Malaikat untukku
Nyanyikan aku senandungkan lagu
Syalala lala lala

Pernahkan kau rasakan
Hidupmu terbalut sepi
Hingga terfikir untuk
Mencari malaikat menemanimu

Perlahan dia menyadarkanku
Terbangun dari mimpi mimpi
Sampai saat akupun menyadari
Dia ada disini

Entah mengapa ku masih mencari
Malaikat untukku
Nyanyikan aku senandungkan lagu
Syalala lala lala

Entah mengapa ku terus mencari
Pelipur jiwaku
Nyanyikan aku senandungkan lagu
Syalala lala lala

Ku masih mencari
Malaikat untukku

Entah mengapa ku masih mencari
Malaikat untukku
Nyanyikan aku senandungkan lagu
Syalala lala lala

Telah ku temukan pelipur jiwaku
Malaikat untuku
Tak perlu lagu ku letih mencari
Sebab dia di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: