Thursday, August 22Lirik, News dan Review

Pusakata – Dua Buku

Album perdana Mohammad Istiqomah Djamad sebagai Pusakata berjudul Dua Buku akhirnya telah dirilis. Berisi 12 lagu yang terbagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama berisi 4 lagu, bagian kedua berisi 8 lagu. pusakata dua buku

Kita akan merasakan perbedaan yang cukup jelas dari Is ketika Ia masih bersama Payung Teduh dan Is yang sekarang menjadi Pusakata. Terutama pada bagian kedua album yang bisa dibilang cukup variatif sajian lagunya.

Selain lagu yang sendu, kita akan menikmati lagu yang juga ceria dan ada juga yang ‘nakal’ pada bagian kedua album. Ragam instrumen musik pun akan menghiasi lagu-lagu yang diperdengarkan Is pada rilisan perdananya ini.

Bersama Pusakata, Is dengan cukup sukses telah menghantarkan bagaimana dinamika hidup yang naik-turun melalui macam suara yang dihasilkan, dari ritme lagu yang diciptakan, dari berbagai suasana dan cerita lagu yang dinyanyikannya.

Nampak dari sini, petualangan “bersuara” dari Is tak akan berhenti di Dua Buku, namun untuk saat ini Is ingin kita semua menyingkapi lebih dalam apa yang coba Ia sampaikan dari albumnya tersebut. Tak hanya mendengarkan, tapi juga menularkan semangat petualangan dan perduli pada sesama dan lingkungan.

Dengarkan langsung via Spotify atau silakan bertemu fisik dengan membelinya via Demajors.

Enjoy


Lirik Lagu Pusakata Album Dua Buku

Cemas
Gadis kecil berlari tertatih
Di telan gelap malam
Mencari sebentuk asa
Yang telah menua bersama langkah kakinya
Yang tak pernah berhenti
Tak tahu kemana akan dibawa dilabuh

Ditangannya segenggam harap yang murni
Tanpa rekayasa, berwarna-warni
Dan kadang cukup mewangi
Dibagikan pada segenap mahluk yang ditemui
Di kanan dan kiri jalan yang sepi
Menuju pagi hari

Ooohh…
Cemasss
Tak tentu arah

Akan dibawa kemana pergi?
Semua yang telah dilalui
Ingin atau tak ingin
Semua ikut dipundaknya
Dipikul tak bisa dibagi
Pada siapa entah siapa
Atau mungkin ini
Kebetulan yang ironi

Ditangannya segenggam harap yang murni
Tanpa rekayasa, berwarna-warni
Dan kadang cukup mewangi
Dibagikan pada segenap mahluk yang ditemui
Di kanan dan kiri jalan yang sepi
Menuju pagi hari

Ooohh…
Cemasss
Tak tentu arah

Lagu Pesisir
tersapu penuh
dideru angin
melambai lambai
dihempas gelombang yang pasang

di puncak ombak
rindu beriak
menjemput keluh
segala ragu pilu

dirindukan
direnungkan
diimpikan
tanpa tepian
lalu tersusun
dalam cerita yang manis lugu
menghapus semua derita lalu
mengundang tawa yang masih malu-malu

tersapu penuh
di deru angin
melambai-lambai
di hempas gelombang yang pasang

jejak yang semu
menjelma pandu
menemaniku
mencari dirimu
kasihku

dirindukan
direnungkan
diimpikan
tanpa tepian
lalu tersusun
dalam cerita yang manis lugu
menghapus semua derita lalu
mengundang tawa yang masih malu-malu

jejak yang semu
menjelma pandu
menemaniku
mencari dirimu
kasihku

kumpul famili dan Teman
Waktu ku jalan sore
di tengah pemandangan yang asri
kuhirup udara segar
yang selalu menyehatkanku

hatiku riang dan tenang
tak ada gundah yang melandaku
kuingat semua kerabat, sanak dan saudara

tak ada yang lebih asyik
berkumpul di suasana bersahaja
menyantap masakan nenek
bersama ibu yang tersenyum

ayah mengajak burung berkicau
bermain di taman yang selalu nyaman
adek berlari dan bersepeda
ada juga yang bermain bola

sungguh elok sore hariku
bersama famili dan teman
semoga kita senantiasa
diberi kesehatan dan bahagia

sungguh elok sore hariku
bersama famili dan teman
semoga kita senantiasa
diberi kesehatan dan bahagia

Senja Di Sini
angin merayap di kaki gunung
dari ketinggian kunikmati
seruan alam yang selalu merdu
mengulang segala pilu dan tawa
kembali

di tiap petang
engkau kutunggu
walau mungkin hanya bayanganmu
yang berlalu lalang di hadapanku
ketika kusentuh hangat bayangmu
kian semu

dan serpihanmu yang biru
dalam angan dari jauh
hingga utuh
wajahmu yang merayu
tersenyum

tersibatlah rindu
menepilah sendu
kusambut hadirmu
dalam mimpiku

dan serpihanmu yang biru
dalam angan dari jauh
hingga utuh
wajahmu yang merayu
tersenyum

dari bayangan di kaki bukit
lalu kulanjutkan mengikuti
semua tanda yang mulai memudar
di dalam kenangan
lembut wajahmu
kusentuh

Senja Di Sinir
angin merayap di kaki gunung
dari ketinggian kunikmati
seruan alam yang selalu merdu
mengulang segala pilu dan tawa
kembali

di tiap petang
engkau kutunggu
walau mungkin hanya bayanganmu
yang berlalu lalang di hadapanku
ketika kusentuh hangat bayangmu
kian semu

dan serpihanmu yang biru
dalam angan dari jauh
hingga utuh
wajahmu yang merayu
tersenyum

tersibatlah rindu
menepilah sendu
kusambut hadirmu
dalam mimpiku

dan serpihanmu yang biru
dalam angan dari jauh
hingga utuh
wajahmu yang merayu
tersenyum

dari bayangan di kaki bukit
lalu kulanjutkan mengikuti
semua tanda yang mulai memudar
di dalam kenangan
lembut wajahmu
kusentuh

Kita
aku berdiri di tepian ruang hampa
yang tak pernah terisi
oleh rasa tuk bertahan menoleh pulang
hanya suaramu yang jelas
memanggil namaku

di pelupuk matamu kuberteduh
dari teriknya dunia
yang tak henti habis terbakar
oleh hasratku

dari segala dusta yang bergulir dan bertambah
goreskan luka dalam
biarkanlah kali ini kan ku obati
hanya hatimu yang kelak aku tinggali

dari segala duka yang terlahir
oleh sikap dan semua tingkah lakuku
biarkanlah kali ini kan kuobati
hanya restumu yang kan mampu membuka jalanku

di pelupuk matamu ku berteduh
dari teriknya dunia
yang tak hentinya habis terbakar
oleh hasratku

aku berdiri di tepian ruang hampa

izinkanlah

Satu
kita berdiri di bumi yang sama
kita hirup udara yang sama
kau dan aku punya peran
tak mungkin sama
semua kan ada tujuan

suaramu kekuatanmu
suaraku jalan hidupku
mimpimu pasti kan kaurengkuh
ku berlalri mengerjar mimmpiku
pebedaan ini tak harus kita adu
tapi ragam yang buat kita padu

buat apa membenci
bila damai jalan pasti
jangan diam mendendam
biar senyum kuatkan tindakan

buat apa membenci
bila damai jalan pasti
jangan diam mendendam
biar senyum kuatkan tindakan

untuk apa mendendam
bila jalan memang berbeda
tapi tujuan yang sama
kunanti kau di gerbang harapan

Kehabisan Kata
Sore ini kita menunggui senja
Kopi dan teh beradu di atas meja

Banyak percakapan di luar sana
Kita berdua entah ini kemana

Mungkin senja tadi adalah peta
Tersusun rapi dalam kata

[Chorus] Sebuah cerita yang harus di tunda
Sungguh kita harus menunda
Sebuah kalimat yang tak kunjung usai
Kita pun kehabisan kata
Kita kehabisan kata-kata
Kita pun kehabisan kata
Jalan Pulang
Lara kuraba
Rindu kujaga
Mengalirlah nestapa

Di simpang jalan
Tak tentu arah
Ada tanya

Kita berdua
Memendam rasa
Namun tak saling menyapa

Berharap terang akan menjelang
Mengantarkan jawaban

Sayup suaramu
Kucari dalam gelap
Kidung kerinduan
Tak lagi kudengar
Di sela malammu yang mesra
Sungguh saat ini kerinduan yang kurasa
Begitu sunyi

Lara kuraba
Rindu kujaga
Mengalirlah nestapa

Di simpang jalan
Pandangan hampa
Kau tetap kupuja

Biarkanlah mimpi
Agar tetap bermekaran
Di sudut pencarianku

Kupegang janjimu
Kujadikan pentuntun langkahku padamu

Lara kujaga

Aku, Kau dan Malam
kulihat kau tersipu malu
tapi aku tak perduli
kau coba tuk terus berlalu
tinggalkan kesan padaku

malampun melaju
gelap pun kan jatuh
perlahan ku mulai terpesona
tatap matamu

kau tersipu malu
melihat padaku
yang mulai beranjak untuk menyapa

mendekatimu aku pun mau
tapi kuragu
apakah kau mau bicara denganku
sungguh ku ragu

ku berharap kita bisa lalui malam ini

akhirnya kuberanikan diri
mengajakmu bicara

kau ajakku untuk berdansa
di tengah ramainya mata
ku terpukau melihat gayamu menari didepanku
mengantarkan imajinasiku
seketika ku ingin jadikan kau milikku

kuberharap malam ini masih panjang

mendekatimu akupun mau
tapi ku ragu
apakah kau mau bicara denganku
sungguh ku ragu
ku berharap kita bisa lalui malam ini

mendekatimu akupun mau
tapi kuragu
apakah kau mau bicara denganku
sungguh ku ragu

ku berharap kita bisa lalui malam ini

mendekatimu akupun mau
tapi ku ragu
apakah kau mau bicara denganku
sungguh ku ragu

memilikimu sungguh ku mau
sungguh ku mau

Bangun
hei kawan coba kau dengarkan
suara yang ada di sekelilingmu

hutan, gunung, hamparan samudera
semakin merintih tapi terabaikan

banyak bencana terus melanda
tapi kau tak pernah melihat ini ulah siapa

bangunlah bergerak bersama
dan bangunlah melangkah bersama
dan nyalakan semangat yang ada di dadamu

banyak cara tuk bisa bangkit
memaknai semua harapan dan mimpimu
bersama kita bangun lagi ini lebih tangguh

BANGUNLAH BERGERAK BERSAMA
DAN BANGUNLAH MELANHKAH BERSAMA
DAN NYALAKAN SEMANGAT YANG ADA DI DADAMU

Banyak cara tuk bisa bangkit
memaknai semua harapan dan mimpimu
bersama kita bangun lagi ini lebih tangguh

Dimana Kau Kawan
kawan
tidakkah engkau dengarkan
suaraku memangil namamu
dimanapun kau berada
tak henti kau akan kucari

kawan
begitu banyak semangat dan cinta
yang ingin aku bagi
ibu pertiwi menanti segala daya
yang engkau simpan

menutup luka menoreh senyum kembali
tak perduli seberapa besar kau bagi
setiap kita punya peran tersendiri
kehadiranmu sunggu berarti

begitu banyak rintangan dan tantangan
kita punya banyak harapan dan semangat

jangan pernah ragu tuk berjalan bersama
berikan yang terbaik yang engkau bisa

menutup luka menoreh senyum kembali
tak perduli sebarapa besar yang kau bagi
setiap kita punya peran tersendiri
kekehadiranmu sungguh berarti

begitu banyak rintangan dan tantangan
kita punya banyak harapan dan semangat

jangan pernah ragu tuk berjalan bersama
berikan yang terbaik yang engkau bisa

Watch Out
saat kau tak tau sedang ingin apa
banyak hal yang bisa kita bagi bersama

jangan tunggu lama siapkan semuanya
datanglah kemari bersama kita wujudkan
semua ide janji besarmu

watch out
jangan biarkan kesempatan berlalu
watch out
jangan pernah melemah derap langkahmu

jangan tunggu lama siapkan semuanya
datanglah kemari bersama kita wujudkan
semua ide dan mimpi besarmu

watch out
jangan biarkan kesempatan berlalu
watch out
jangan pernah melemah derap langkahmu
watch out
banyak suara yang ingin engkau jatuh
watch out
jangan ragu tuk gapai hari depanmu

watch out
jangan biarkan kesempatan berlalu
watch out
jangan pernah melemah derap langkahmu
watch out
banyak suara yang ingin engkau jatuh
watch out
jangan ragu tuk gapai hari depanmu

pusakata dua buku pusakata dua buku pusakata dua buku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: