Thursday, May 23Lirik, News dan Review

Payung Teduh – Nanti

The Show is Continues, Payung Teduh merilis karya terbarunya lagi berjudul ‘Nanti’ dengan musik dan melodi yang sudah pasti “Payung Teduh” bukan Is atau Pusakata, iya apa nggak? Tergantung opini masing-masing ya. Kalau dari segi ke-‘asyikan’ mah, menurut editor pribadi ini karyanya asyik, mejik dan menggelitik. Menceritakan perihal hal yang lebih penting daripada hasil, yakni ‘Proses’. lirik nanti payung teduh

Waktu adalah perias rupa, Berjalanlah berdampingan

Jelas bukan? Kalau gak jelas, mangkanya dengerin satu lagu full dan baca liriknya. Lirik pembuka Refrain pun menggambarkan jikasaja ulat terbang tanpa melalui proses metamorfosis maka tak akan elok rupanya dan tak akan memiliki warna-warni yang indah takala ia terbang.

Karenanya melewati suatu proses adalah sangat penting. Kita makan mie ayam aja dbuat dulu sama abangnya, bener gak? Mau makan nasi juga dimasak dulu tuh beras. Belum lagi kalau dibahas asal muasal tuh bahan-bahan mpe bisa jadi bahan makanan, nah kan keliatan kalau Editor lagi laper, hehe.

Ya intinya itulah, apapun gak ada satupun di dunia ini yang langsung jadi, kalau ada yang balikin makan lalapan atau sushi adalah makanan mentah langsung makan, tetep aja tuh lalapan dan ikan harus melewati proses tumbuh dulu, bener tak?

Yuk kita makan, eh kita dengerin lagunya maksudku 😀


Lirik Nanti Payung Teduh

Matahari tertutup hujan
Bukan berarti tak bersinar
Membasuhi tanah tangisnya
Lara pun tersapu

Aku pernah melihat
Padang rumput yang tak berkupu-kupu
Kuncup bunga menanti
Bentangan sayap terbelah waktu

Ulat terbang tak akan cantik
Biji bunga yang belum terbelah
Waktu adalah perias rupa
Berjalanlah berdampingan
Dengkuran jangkrik yang menyambut
Kicau burung yang belum terdengar
Waktu tak akan terlambat tiba
Rayakanlah penantian
Menjelma yang kau berikan

Aku pernah melihat
Wajah murung merutuk kesunyian
Rangkullah ruang waktu
Sepasang sayap ‘kan tumbuh untukmu

Ulat terbang tak akan cantik
Biji bunga yang belum terbelah
Waktu adalah perias rupa
Berjalanlah berdampingan
Dengkuran jangkrik yang menyambut
Kicau burung yang belum terdengar
Waktu tak akan terlambat tiba
Rayakanlah penantian
Menjelma yang kau berikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: