Tuesday, June 25Lirik, News dan Review

Sedikit Kisah Tentang Dave Grohl dan Kurt Cobain

Mengenang kematian Kurt Cobain yang jatuh pada hari ini tanggal 5 April, tanpa bermaksud mendiskreditkan Krist Novoselic, mari kita sedikit berkisah tentang Dave Grohl dan Kurt Cobain perihal karya musik dan bagaimana Foo Fighters bisa “terjadi”. Tak lupa sedikit cerita tentang bagaimana album Nevermind direkam dengan sangat serius oleh trio dari Seattle yang terkenal begajulan di atas panggung.

5 April 1994 menjadi tanggal yang kelam dan menggemparkan. Dimana salah satu sosok idola, penggebrak perubahan era musik takala itu secara tragis tewas dalam kejadian mengenaskan. Tekanan demi tekanan dalam hidup dan pilihan yang diambilnya, mempengaruhi kesehatan mental Kurt yang menjadi salah satu penyebab dirinya seringkali ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Sayangnya, hal itupun akhirnya terjadi.

Nirvana berakhir saat itu juga, Dave Grohl yang sempat kehilangan arah menemukan jalan dengan berkarya bersama Foo Fighters atas dorongan dari rekan sejawatnya. Dorongan adalah kata kunci dari momen tersebut, karena Grohl sebelumnya tidak pernah merasa yakin jika dirinya adalah seorang penulis lagu yang bisa menyanyikan lagunya sendiri.

Bersama Nirvana, terlebih satu band bersama seorang Kurt Cobain yang merupakan penulis lagu “tersohor” kala itu, menjadi faktor utama kenapa Dave Grohl merasa minder untuk menyalurkan karya yang dibuat sendiri olehnya.. Satu lagu full buatan Dave Grohl adalah yang dimaksud dalam hal ini, karena pada album ketiga Nirvana In Utero ada lagu yang dibuat oleh Dave Grohl yang bermula dari ide Grohl, Scentless Apprentice.

Kurt pada awalnya tidak terkesan dengan lagu yang diberikan oleh Grohl tersebut, namun demi menghormati Dave dan juga memberikan efek positif yakni sedikit mengangkat beban yang ada di pundaknya atas tekanan membuat lagu-lagu Nirvana, Kurt memutuskan untuk terus menggalinya. Terciptalah Scentless Apprentice yang mana kredit lagu ini ditujukan kepada seluruh personil, tidak hanya Kurt.

Selain lagu tersebut, pada kisaran tahun 1992 Kurt telah mendengarkan karya Dave yang lainnya yang bukan untuk Nirvana hasil rekaman Dave bersama Barret Jones (Produser). Kurt tersenyum dan malah mencium Dave di mukanya takala mendengarkan lagu tersebut bersama Dave. Salah satu pengalaman “menakutkan” Dave Grohl saat mendengarkan salah satunya lagunya tersebut bersama Kurt Cobain.

Sebenarnya kesuksesan Dave Grohl di masa depan sudah bisa terlihat semenjak dari album Nevermind. Butch Vig sang produser album Nevermind bercerita jika ketika proses pembuatannya, Dave berperan 90 % dalam hal kreasi sound Nirvana. Gebukan drum Dave adalah salah satu yang menjadi penyebab banyak perubahan terjadi, khususnya bagi Kurt Cobain.

Kurt yang bersikeras tidak mau melakukan double track, demi terciptanya album yang ‘nendang’ pada akhirnya melakukan hal tersebut setelah diyakinkan oleh Butch jika John Lennon pun melakukan hal yang sama. Segera setelah Butch mengatakannya, Kurt pun berkata “OK”.

Masa-masa merekam album Nevermind adalah pengalaman berharga bagi Dave. Berbekal dari latihan hampir setiap hari selama 6 bulan sebelum akhirnya masuk studio rekaman, menjadi satu kebiasaan yang normal bagi Dave sehingga memberikannya banyak energi pada sesi rekaman album pertama Foo Fighters yang mana Dave Grohl adalah satu-satunya personil yang merekam seluruh lagu mulai dari gitar, bass, drum dan juga vokal.

Hanya pada lagu X-Static Grohl mengajak Greg Dulli (The Afghan Wigs) untuk mengisi gitar. Saat itu Greg berada di studio menyaksikan Grohl sedang rekaman dan Ia mengajak Greg untuk merekam bagian gitar.

Tahun 1995 (setelah kematian Kurt) tepatnya pada tanggal 24 Juli, album pertama Foo Fighters dirilis. Berisi 12 lagu, 9 lagu yang ada dibuat Grohl ketika masih bersama Nirvana. Kebanyakan dari liriknya dibuat 20 menit sebelum sesi rekaman dimulai. Kenapa? Karena saat itu Dave hanya memiliki waktu 7 hari untuk merekam semua lagu, waktu yang singkat jika terlalu lama duduk memikirkan tentang lirik lagu.

Nama Foo Fighters sendiri digunakan sebagai samaran atas dirinya, entah karena saking masih belum terlalu percaya akan kemampuan dirinya sebagai penulis lagu atau terlebih mungkin dikhawatirkan mendompleng kesuksesan Nirvana dan dikhawatirkan melenceng dari tujuan awal Dave ketika memutuskan membuat album rekaman yang tidak lain adalah untuk melakukan sesuatu dan keluar dari keadaan duka. (Hal sama yang dilakukan oleh Mike Shinoda setelah Chester Bennington meningal dunia)

Tapi karena memang satu album yang berkualitas, Foo Fighters malah mendapat perhatian dari perusahaan rekaman. Karenanya Dave pun mulai merekrut personil tetap sebagai bagian dalam band, tidak hanya untuk kebutuhan tampil tapi juga untuk kebutuhan berkarya.

Bisa dibilang, pengalaman hidup dan bermusik bersama Kurt dan Krist di Nirvana menjadikan Foo Fighters kuat dan berkarakter. Sama sekali jauh dari bayang-bayang nama besar Kurt Cobain maupun Nirvana.

Mengenang 25 tahun mendiang legenda Kurt Cobain, mari kita nikmati lagu-lagu dari Nirvana dan Foo Fighters di bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: