Wednesday, October 16Lirik, News dan Review

The Brandals Kembali Serukan Nurani Yang Sakit

7 tahun berlalu dan 2 tahun setelah ditinggal pergi oleh alm. Rully Annash (drummer) akhirnya The Brandals kembali menyuarakan kondisi yang terjadi di negeri pertiwi melalui lagu berjudul Retorika. Berisi seruan tentang hati yang sudah mati, hidup dengan saling menyalahkan dan tak pernah melihat kotor pada diri sendiri. lirik retorika the brandals

lirik retorika the brandals
https://www.instagram.com/p/Bro4K1zHmh6/

Melalui musik yang diproduksi secara bebas tanpa arahan pihak “berkepentingan” The Brandals dengan berani mengangkat isu yang sangat sensitif terjadi kurang lebih 3 tahun terakhir ini yang nampak masih berlanjut hingga hari ini.

Lirik yang ditulis cukup lugas, cerdas dan jelas dalam menjabarkan pesan tersebut. Ditambah dengan sajian seni visual hasil garapan Agan Harahap, video klip yang dirilis bersamaan dengan lagunya sangat mereprensetasikan The Brandals baik secara karakter maupun musik yang disuguhkan.

Hal yang Editor paling suka dari musisi adalah keberanian dalam menyuarakan suatu hal, terutama dengan cara yang berbobot dan berisi seperti apa yang The Brandals lakukan. Keharusan juga kewajiban dalam mengolah kata dan nada menjadi pesan yang dapat dicerna adalah keistimewaan dari tugas seorang musisi.

Tentu saja banyak jenis, cara dan olah kata ataupun instrumen dalam hal ini. The Brandals adalah salah satunya yang berseru dengan musik Rock n Roll untuk tak sekedar berdiri tapi bereaksi dan beraksi sebagai satu kesatuan musisi.

Di bawah adalah video klip The Brandals hasil garapan Agan Harahap yang sudah kami sematkan via Youtube. Viva Rock n Roll, Viva Hati Nurani!

Lirik Retorika The Brandals

Ternyata semua cerita
Diputar balik jadi bual belaka
Sembunyi samar ditutup agenda agama
Hajar kiri kanan mirip mafia

Dan semua dimulai disini
Saling tunjuk, caci maki
Perang mulut bakar emosi
Cepat tersulut, tersudut, otak kusut

Jadi pengecut, mati hati

Teori retorika berserakan di halaman digital
Argumen debat kusir silat kata kusut tumpul banal
Supremasi berasa paling pintar
Tak kenal salah akulah yang paling benar

Dan semua dimulai disini
Saling tunjuk, caci maki
Perang mulut bakar emosi
Cepat tersulut, akal tersudut, otak kusut
Jadi pengecut, mati hati

Retorika
Kanan kiri
Mirip mafia agama
Tutup tumpul banal
Terserak di halaman digital
Hati kontroversi
Argumen debat silat kata
Putar bual belaka
Semua cuma retorika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: