Tuesday, November 21Lirik, News dan Review

Alasan Kenapa Harus Beli Album Fisik atau Digital

Menjelang akhir tahun, banyak musisi dan band merilis album dan single, iya gk si? Baik dari dalam dan luar negeri, yang independent, label kecil dan label besar. Semua berlomba dalam merilis karya musik baik yang dirilis gratis, sebagai promo dan yang wajib bayar. Kenapa Harus Beli Album Fisik

dan banyak rilisan lainnya

Soal “Streaming” yang saat ini tengah populer dan menjadi bisnis baru, menjadi opsi terpenting dalam melakukan strategi penjualan album. Di satu sisi, lewat streaming musik, menguntungkan penikmat musik dalam mengakses dan update akan karya musik para musisi dan band yang merilis di gerai streaming. Bermodalkan koneksi internet tanpa kuota, musik terbaru dapat dinikmati tanpa harus mengeluarkan dana lebih untuk menikmatinya. Hal tersebut juga didukung oleh para artisnya yang memang dengan sengaja merilis lagu dan album melalui streaming untuk merangkul banyak pendengar. Akan tetapi meski dirilis dalam bentuk Digital, para artis ini juga menyediakan bentuk fisik dari album yang mereka publikasikan secara gratis kepada para penikmat. Peran para penyedia jasa streaming digunakan sebagai media promosi.

album baru taylor swift
billboard

Berbeda halnya dengan Taylor Swift. Ia tidak merilis albumnya di gerai streaming manapun dan mengajak para fans dan pendengarnya untuk membeli albumnya baik yang versi digital maupun bentuk fisiknya. Hal ini dilakukan Taylor karena Ia merasa bahwa karya musik dalam satu album haruslah memiliki “nilai” untuk dinikmati. Sebuah pemikiran yang tidak salah dan bertanggung jawab.

Lantas bagaimana dengan adanya pembajakan? Bukannya streaming adalah salah satu pergerakan melawan pembajakan?
Seperti pada paragraf ke-2 dalam artikel ini. Banyak para artis menggunakannya sebagai media promo, seperti halnya Youtube. Semua gratis kan di Youtube?
Namun melalui jasa penyedia streaming, para artis ini mendapatkan loyalti atas karya-karyanya yang diputar oleh pendengar yang menggunakan jasa ini.

Taylor Swift memberikan pelajaran “kepercayaan” kepada fans dan penikmat musik lainnya. Karena jauh sebelum albumnya dirilis, Taylor sudah merilis single-single yang mana lagu tersebut ada di dalam album Reputation. Kalau kita tengok sebentar ke belakang, dulu sebuah video klip dirilis tidak lama dari tanggal rilis album atau bahkan berbarengan atau malah albumnya dulu baru video klip. Namun di era digital sekarang, misal sebuah album akan dirilis 5 bulan lagi, tapi lagu-lagu dalam album sang artis sudah dipublikasikan secara berkala. Hal ini dilakukan agar yang ingin membeli album, dapat mengetahui setidaknya 50-60 % bagaimana “rasa” dari keseluruhan album. Sehingga ketika albumnya dibeli dan didengarkan secara penuh, tidak akan ada rasa kecewa meskipun misalnya lagu lainnya yang terdapat dalam album tersebut tidak terlalu disukai seperti lagu-lagu yang sudah dirilis.

Hal inilah yang dipercaya oleh Taylor. Ia yakin bila karyanya memang patut diberikan sebuah harga. Tukar menukar jasa  dan uang, yang mana adalah hubungan yang saling menguntungkan. Sang Artis telah berusaha keras  dalam memproduksi karya dan memberikan cukup “produk contoh / tester” dan yang membeli pun puas akan produk yang dibeli.

Kesimpulannya adalah jika kita memang pendengar, penikmat atau bahkan fans kepada artis yang kita suka. Cukup wajib bila kita “memberikan harga” atas karya-karyanya mereka. Dalam era digital para artis ini dituntut untuk lebih bertanggung jawab pada “produknya” dan sebagai “konsumennya” dituntut untuk memberikan penghargaan atas hasil kerja keras sang artis. Gerai streaming digunakan sebagai referensi bagi “pencari musik”, kemudian mendengarkannya dan pada akhirnya memberikan apresiasi atas karya yang disukai dengan opsi yang ada. Opsi kita sebagai penikmat adalah

  1. Mendengarkan / memperhatikan iklan yang ada dalam jasa layanan streaming gratis, karena dari iklan tersebut, artis yang kita dengarkan mendapatkan loyalti
  2. Menjadi member premium dengan membayar keanggotaan, hal yang sama deperti poin nomor satu, namun memberikan kita kepuasan lebih (tanpa iklan)
  3. Mendownload album sang artis untuk gadget tertentu (iphone dengan iTunes nya)
  4. Membeli album fisik sang artis

Opsi yang manapun, Insya Allah tidak akan merugikan dan menjadi salah satu apresiasi kita dalam mendukung industri musik. Hanya yang paling ekskusif adalah dengan membeli album fisik, karena dengan membeli bentuk fisik kita akan terbiasa mendengarkan musik secara bersama-sama, saling meminjam dan hal lainnya yang tidak bisa kita dapat dalam bentuk digital. Kita akan merasa lebih “manusia” dengan adanya interaksi dan komunikasi dan menikmati bentuk “fisik”. Kasarnya ketika berhubungan dengan seseorang apakah yang paling enak, hubungan jarak jauh atau langsung bertatap muka? 😀

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: