Tuesday, November 20Lirik, News dan Review

Cerita Asli Oli Sykes dan Chester Bennington

Masih terasa atmosfer “upacara perpisahan” yang dilakukan Linkin Park dan kawan-kawannya tanggal 28 Oktober kemarin. Lebih dari 30 artis mengenang bersama dan bernyanyi bersama dengan jutaan fans di seluruh dunia. Salah satunya yang datang dan diundang oleh Linkin Park untuk “berkabung” di atas panggung adalah Oliver Sykes, vokalis dari Bring Me The Horizon. Bagaimana hubungan antara mereka terjalin? Ada kisahnya, dan biarkan orangnya sendiri bercerita ya, berikut adalah napak tilas dari Oliver Sykes disadur dari Kerrang! bagaimana Chester Bennington dan Geng Linkin Park-nya merubah hidup bocah yang kala itu berumur 13 tahun saat pertama kali mendengar Linkin Park. chester dan oli sykes

chester dan oli sykes
Kerrang!

“Pertama kali saya bertemu Chester yakni di tahun 2014. Waktu itu ada sesi untuk pemotretan cover Majalah Kerrang! dan saya amat sangat gugup soal itu.  Tapi saya juga sangat antusias, entah harus bersikap biasa saja atau harus meluapkan betapa antusiasnya saya bertemu dengannya. Dan akhirnya saya pun memilih untuk terus terang saja kepadanya, dan ternyata dia begitu baik dan terbuka kepada saya.

“Kami saling bertanya banyak hal, salah satunya adalah tentang saat kami bersama-sama dalam Warped Tour, dia menanyakan bagaimana saya menjalaninya, melakukan pertunjukan setiap hari untuk 6 samapai 8 hari, tanpa kehilangan suara. Kemudian saya mengatakan kepadanya bahwa Linkin Park adalah band yang pertama kali Saya tonton secara langsung dan menjadi alasan utama saya pun ingin melakukan hal yang sama. Ia pun terlihat terkenang akan semua hal tersebut ketika saya mengatakan bagaimana besarnya pengaruh Chester kepada saya. Chester pun sangat menghargai hal itu dan tetap berendah hati. Dia sangat baik, tulus dan tenang. Seperti banyak hal yang terjadi dalam hidup saya bilasaja saya dapat kembali ke masa lalu untuk memberitahu diri saya sendiri yang masih berumur 14 tahun hal ini akan terjadi (bertemu Chester), saya mungkin takkan mempercayainya.

“Saya teringat pada salah satu terbitan Kerrang! dimana ada foto ketika saya menonton pertunjukkan mereka. Ketika saya pulang ke rumah dan melihat diri saya sendiri dalam majalah, saya meneteskan air mata karena saya rasa itu adalah hal yang luar biasa. Jikasaja ada orang yang memeluk saya dan kemudian berkata ‘suatu saat Kau akan berada di cover Kerrang! bersama Chester’, wiih itu adalah suatu hal yang tidak terpikirkan. Hal tersebut adalah momen dimana Kau berhenti melihat ke belakang atas apa yang sudah Kau lakukan dan mengghargai hal apa yang sudah Kau capai.

“Saya berumur 13 tahun kala pertama kali mendengarkan Linkin Park dan jujur saja sebelumnya, musik tidak pernah berperan besar pada hidup saya sampai saat itu. Kemudian saya melihat Linkin Park di Channel Kerrang! TV dan itu membuat saya berpikir “Wow, Ini Keren Sekali!” saya pun merasa musik mereka telah menyapa saya, lirik lagunya benar-benar beresonansi dan mereka adalah band yang berpengaruh besar untuk saya untuk terjun ke dunia musik. Dari situ saya bermain dan mendengarkan musik Hardcore dan Metalcore, tak lupa untuk selalu update juga akan album-albumnya Linkin Park.

“Suara Chester adalah inspirasi terbesar saya. Dia adalah seseorang yang jadi panutan saya sebagai target pencapaian, karena Saya pikir tidak seorangpun mempunyai suara seperti dia. Chester adalah penyanyi yang Ikonis dan unik. Saya rasa tak ada yang mempunyai suara seperti Chester sebelumnya dan tidak akan ada lagi. Percampuran melodi, catchiness dan agresi yang mana adalah target yang ingin saya capai.

“Ketika saya mendengar kabar tentang Chester meninggal, saya sedang berada di Los Angeles, tidak terlalu jauh dari tempat kejadian. Pertamanya saya tidak percaya hal tersbut. Ketika sudah dipastikan itu adalah nyata, saya merasa ada yang aneh dengan saya. Saya tau Kita telah kehilangan banyak seniman, tapi tidak seorangpun mempunyai dampak dan pengaruh kepada hidup saya seperti yang telah Chester lakukan. Dia sebagai vokalis dan band-nya adalah alasan utama jalan yang saya pilih dalam hidup. Kehilangan seseorang yang tidak kamu kenal sepenuhnya -jelas saya pernah bertemu dengannya, tapi saya belum bisa bilang dia adalah sahabat saya- adalah perasaan yang aneh. Saya merasa benar-benar kehilangan kehadiran Chester, meskipun Saya tidak terlalu mengenalnya. Saya rasa itu menjadi hal penting, ketika kita semua berduka akan hal yang sama dan menghargai dia yang sudah tiada”.

chester dan oli sykes

Tonton di sini konser kemarin, MAKE CHESTER PROUD, FUCK DEPPRESION!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: