Tuesday, November 21Lirik, News dan Review

24 Oktober Tahun 2000, Lahirnya Hybrid Theory

Lahirnya Hybrid Theory
Discogs

Tepat di tanggal 24 Oktober tahun 2000, 17 tahun yang lalu label Warner Bros merilis album bertajuk Hybrid Theory dari sebuah band yang bernama Linkin Park, dimana kala itu band-band seperti Korn, Limp Bizkit, Slipknot, Deftones tengah besar-besarnya. Masa itu sempat disebut sebagai eranya Nu-Metal. Masyarakat umum yang mendengar musik jenis ini banyak beranggapan bahwa musisi atau band-band ini adalah mereka yang suka mencampurkan rap, teriakan dan gitar yang berdistorsi tanpa ada bagian solo gitar. Kalangan lainnya sudah pasti punya pendapat yang berbeda. Lahirnya Hybrid Theory

Pada akhirnya bukan masalah pemahaman atas sebuah genre musik atau kepintaran pada bidang ini. Tapi sejauh mana pesan yang ingin disampaikan pada lagu-lagu yang dimainkan mengena kepada pendengarnya. Nirvana muncul di era musik metal dengan solo gitar yang selain menambahkan harmoni tapi juga mempertunjukkan skill pemainnya. Kemudian Smell Like Teen Spirit hadir,  meruntuhkan banyak tembok akan anggapan bermain band haruslah dengan 5 orang, haruslah memiliki skill solo sebagai pemain musik yang di atas rata-rata, dan berpenampilan harus glamor dan lainnya. Album Nevermind pun adalah cikal bakal pelopor perubahan pengaruh musik di seluruh dunia.

Tapi sayang, Era Nirvana dengan musik Grunge yang diusungnya berakhir begitu cepat, sang Ikon pembaharuan dengan tragis mengakhiri hidupnya sendiri. Namun pengaruhnya, tidak berakhir hingga saat ini dan detik ini.

Linkin Park, dengan single pertama “One Step Closer” memberikan pengalaman mendengar yang cukup baru dari band-band yang di awal disebutkan, kemudian dengan single kedua “Crawling”, BOM!!! Dunia terkaget, banyak jiwa muda yang terwakili dari lagu yang menceritakan kegelisahan dan kebimbangan namun memberikan efek yang cukup positif kepada para pendengarnya untuk menjadi lebih kritis. Karena sekelompok pemuda dengan nama Linkin Park, respon pemuda lainnya di seluruh dunia adalah terbukanya mata dan telinga akan alunan musik yang bisa dicampur adukkan, bahwa musik itu tidak hanya Rock n Roll, Jazz, Blues, R & B, Metal, Grunge, Underground dan lain sebagainya. Tapi mereka bisa saja menyatukan semua elemen tersebut.

Dengan distorsi cukup keras namun penonton masih bisa ber-sing a long (bernyanyi bersama) dan berteriak bersama, emosi yang turun naik, lagu kegelisahan, kerapuhan, keputus asaan yang pada akhirnya berpesan positif untuk hidup

“I tried so hard and got so far
But in the end, it doesn’t even matter
I had to fall to lose it all
But in the end, it doesn’t even matter”

Penggalan lirik dari lagu berjudul “In The End”, single ke 4 pada album Hybrid Theory setelah “Papercut”. Pensi-pensi dan acara-acara musik di tahun-tahun ini puas bernyanyi bersama dengan band yang membawakan lagu ini. Sebuah lagu yang banyak mendapatkan pengharggaan, baik secara musik dan video klipnya.

Chester dan Oli
pinterest

Papercut sendiri adalah salah satu single yang menginspirasi vokalis dari band yang sekarang sudah besar namanya, Oliver Scott Syke dari band Bring Me The Horizon. Keduanya bahkan pada tahun 2014 sempat dipertemukan pada sebuah interview di majalah Kerrang dan saling mengakui kekagumannya. Pada tahun yang sama pula, keduanya berada pada acara konser musik yang sama dimana Linkin Park membawakan lagu-lagu di album Hybrid Theory di pergelaran bernama Download Festival.

Album Hybrid Theory telah berhasil memberikan edukasi tersendiri kepada dunia, akan penyelarasan sebuah perbedaan, bukan menggunjing atau menjadi lebih dari satu sama lainnya. Meski kini tak ada satupun yang akan mengira, sosok terdepan yang mengumandangkan suara hati jutaan pendengar Album Hybrid Theory ternyata akhirnya menyerah pada kedepresiannya, tak sedikit orang yang menyadari bahwa sang vokalis Chester Bennington, dengan segala masalah dan problematika yang dialaminya, tetap memberikan pesan yang positif dalam menceritakan segala derita dan pengalaman pahit dalam hidupnya dalam setiap lirik yang dia tulis demi memberikan cahaya pada gelapnya kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: