Sunday, December 17Lirik, News dan Review

Debat Goyang Agnez Mo vs Denada

Warga net tengah ramai memperbincangkan soal kesopanan, moralitas dan profesionalitas dari dua artis negara kita, Agnez Mo (Agnes Monica) dan Denada. Dimana keduanya secara tidak sengaja dalam waktu yang berdekatan merilis sebuah video musik untuk masing-masing lagu mereka. Goyang Agnez Mo vs Denada

goyang agnez mo vs denada

Denada sendiri sebenarnya terlibat dalam sebuah featuring dengan artis Rapper Indonesia kita, J-Flow. Dalam lagu berjudul De Nada, mirip dengan nickname-nya sendiri atau nama yang sudah dikenal banyak orang dari sejak lama. Di bawah ini adalah video dari Denada tersebut

Sudah dilihat? Nampak sedikit syur dan “nakal”? Kebanyakan orang pasti berpikir dan berpendapat demikian. Terlebih aksi Twerking yang juga pernah sangat meramaikan perbincangan masyarakat yang dilakukan oleh Miley Cyrus pada sebuah perhelatan Award, juga dilakukan oleh Denada kendati dengan porsi yang sedikit. Kalau kita melihat video klip di luar negeri dengan jenis musik yang sama, apa yang dilakukan oleh Denada tidak akan mengejutkan para penontonnya. Akan tetapi karena kita adalah negara Indonesia yang dikenal dengan budaya yang beragam dan sikap sopan santun yang tinggi, tentu saja ini adalah salah satu problematika, baik dari seniman / artisnya dan juga fans /penikmatnya.

Kemudian dirilislah video berjudul “Long As I Get Paid” dari Agnez Mo yang tengah berjuang untuk Go International, tidak lama setelah video dari Denada rilis. Aiiih… dari judulnya saja sudah mengundang pikiran kesana-kesini bukan? :D, nih videonya

Bagaimana? Ditonton sampai habis nggak? Mau muji atau caci?
Masyarakat banyak yang memuji tapi tidak sedikit pula yang mencaci. Di satu sisi Agnez Mo berusaha tampil beda dengan Artis Internasional lainnya dengan mengangkat budaya Indonesia melalui Fashion yang dia kenakan di video-videonya, di sisi lain dari segi musik dan cara “meng-Akulturasi buadaya” dengan media yang dipilih Agnes Mo juga menuai problematika sendiri.

Atas nama profesionalitas, baik Denada dan Agnez Mo berusaha untuk total di bidang keahliannya. Atas nama Indonesia, masyarakat berkomentar, setidaknya salah satu dari mereka :D. Pemegang kendaali dari hal yang terjadi adalah diri kita sendiri. Suka silahkan, tak suka biarkan. Berhenti sampai situ? Tentu saja tidak. Bila memang menyukai dan mendukung apa yang mereka lakukan, kendalikan diri dan pujilah bersama isian kritik dan saran.
Bila memang tidak menyukai apa yang keduanya lakukan, alangkah bijak bila isi dari cacian digantikan juga oleh pujian dengan isian kritik dan saran.
Artisnya pun, haruslah bijak dan dapat mengarahkan apa yang simpang siur didebatkan. Tidak membela yang memuja juga tidak mengabaikan yang menghina. Sehingga soal kesopanan, moralitas dan profesionalitas akan benar adanya saling beriringan.

Pada akhirnya, semoga hal yang baik dalam peristiwa ini tertular ke banyak orang. Ayo berkarya jangan banyak bicara, perlihatkan apa yang bisa dilakukan tanpa banyak kritikan ke lain orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: